Kamis, 02 Agustus 2012

IBU-IBU ANDA



Buku yang membuat saya meleleh sejak halaman pertama....


Judul : Ibu-ibu Anda
Penulis : Alexandra Silitonga
Penerbit: Buah Hati
Tahun : 2011
Harga : Rp. 36.000


Sinopsis:
Novel MomLit "Ibu-Ibu Anda" by Alexandra Silitonga

Bagaimana rasanya tumbuh dalam selimut cinta tiga orang ibu? Bagi seorang Alexandra, ini adalah sebuah pengalaman yang menakjubkan. Dari kesadaran akan bakat yang sama, pelajaran dari terbang bebas ke bak cucian, hingga tekad untuk ‘hanya’ menjadi ibu rumah tangga, inilah rangkaian kisah nyata yang menghangatkan jiwa.

Bahwa ada ikatan luar biasa antara ibu dan anak perempuannya. Saat hidup ataupun setelah tiada.

ALEXANDRA SILITONGA
adalah orang Indonesia pertama yang menjadi IB workshop leader untuk wilayah Asia Pasifik. Ia sempat bekerja sebagai intern di majalah wanita ternama sebelum akhirnya menetapkan hati untuk menjadi pendidik. Saat ini, Alexandra berdomisili di Houston Amerika Serikat, mengikuti penugasan sang suami. Ia menikmati waktu untuk mengembangkan hobinya yang lain—memasak dan wisata kuliner.

Senin, 30 Juli 2012

Saat Pengarang Bertemu Editor (Koran Jakarta)



Judul Buku : When Author Meet Editor
Penulis : Luna Torashyngu dan Donna Widjajanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : Mei, 2012 / Cetakan ke 1
ISBN : 978-979-22-8322-8
Tebal : 236 halaman
Harga : Rp. 55.000


Sejak tahun 2005, terjadi ledakan jumlah pengarang buku-buku fiksi di Indonesia. Banyak penulis yang melejit namanya secara mendadak, namun tidak sedikit yang frustasi karena naskahnya ditolak dari penerbit satu ke penerbit yang lain. Karena itu buku-buku tentang teknik menembus penerbit dapat menjadi rujukan bagi para penulis.

Buku When Author Meets Editor merupakan karya kolaborasi antara Luna Torashyngu, pengarang novel teenlit bestseller dengan Donna Widjajanto, editor dari penerbit. Mereka menyajikan rahasia dan fakta dibalik lahirnya buku fiksi dan novel laris. Kolaborasi dari dapur penerbitan ini mengungkap secara terbuka seluk beluk cara menembus penerbit dan hal-hal apa saja yang membuat sebuah naskah ditolak.

Ketidaktahuan pengarang seperti cara mengirimkan naskah ke penerbit, pra syarat yang harus dipenuhi agar naskah diterbitkan, dan berbagai kesalahan sederhana yang membuat naskah langsung ditolak. Dalam buku ini juga dijelaskan tema tulisan yang disukai editor dan pembaca, kunci menjalin hubungan baik dengan editor serta jurus rahasia untuk tetap konsisten berkarya.

Dalam karya fiksi, diperlukan ide – ide liar dari pengarang yang melahirkan rangkaian cerita yang tak biasa dengan ending yang sulit ditebak. Sebuah cerita akan terasa hidup apabila memperhatikan tiga hal penting dalam proses kreatifnya yaitu pemilihan karakter tokoh, setting cerita, dan alur cerita yang tepat. Karakter memegang peranan penting dalam cerita karena membuat cerita lebih hidup. Bahkan karakter yang kuat bisa mengangkat suatu cerita yang tema dan jalan ceritanya biasa saja menjadi menarik. Pengarang yang baik membuat pembacanya mampu membayangkan karakter – karakter dalam ceritanya dengan sangat jelas. Begitu juga dalam penentuan setting waktu dan setting lokasi, diperlukan ide liar agar tidak monoton bagi pembaca. Sedangkan untuk alur cerita, ditentukan oleh kalimat pembuka, alur yang berbeda, ending yang tidak mudah ditebak dan kalimat yang tidak bertele-tele. Langkah-langkah dalam membangun 3 komponen utama ini dijelaskan oleh Luna Torashyngu pada bab 3.

Apa yang terjadi di balik meja redaksi masih menjadi rasa penasaran para pengarang. Pada bab 5, sang editor mulai menceritakan tentang apa saja yang terjadi di balik meja redaksi dan bagaimana editor memperlakukan naskah demi naskah yang jumlahnya bertumpuk-tumpuk. Selain bentuk dan tampilan naskah, tema yang diajukan pengarang sangat menentukan apakah naskah akan dilanjutkan untuk dibaca oleh editor atau tidak. Hal-hal pertama, seperti kalimat pertama, adegan pertama, paragraph pertama, halaman pertama adalah poin krusial yang menyangkut hidup-mati sebuah novel. Kalau yang pertama-pertama ini sukses merebut perhatian editor, maka berita baik untuk pengarang, dalam beberapa bulan novelnya akan berada di toko buku.

Perjalanan sebuah naskah menjadi buku cantik ternyata tidak mudah. Editor sangat berkuasa memberikan kritik di sana-sini dan meminta pengarang untuk melakukan revisi. Pada bab 6-8 buku ini menjelaskan secara detil apa saja yang perlu direvisi dan bagaimana proses revisi itu berlangsung. Pada babak revisi seringkali terjadi permasalahan antara pengarang dan editor. Permasalahan bisa datang dari pihak editor, misalnya editor sok tahu, kurang cermat, atau terlalu kaku, maupun dari pihak pengarang misalnya penulis yang keras kepala tidak mau merevisi naskah, tidak sabar dan sok tahu. Karena itu, keharmonisan antara pengarang dengan editor ini perlu dijaga karena menentukan kerjasama dan produktivitas pada karya-karya selanjutnya.

Pada akhir buku dilampirkan bonus bab-bab asli dari novel best seller : “Mawar Merah : Matahari” yang dihilangkan dari buku jadinya (halaman 143 -232). Bagi yang sudah membaca novel tersebut, bonus ini dapat menghapus rasa penasaran. Disebutkan bahwa pemotongan bagian tersebut karena dirasa tidak perlu berada dalam alur cerita. Namun bagi yang belum membaca novel tersebut, bonus ini hanya akan menjadi penggalan cerita tanpa awal dan akhir.

Dari riset pasar sederhana menunjukkan ternyata banyak sekali buku tentang cara menulis, namun belum ada atau sedikit sekali buku yang menyinggung hubungan pengarang dengan penerbit dan editor. Ternyata, para pengarang dan editor masih punya rasa takut atau enggan satu sama lain. Diantaranya takut naskah yang sedang dikerjakan ternyata tidak berguna, tidak bermakna dan akhirnya tidak laku di pasaran. Tetapi, riset, sesederhana apapun, bisa membantu membukakan sudut pandang baru pada naskah yang sedang kita kerjakan dan membantu mengatasi rasa takut itu.

Rabu, 06 Juni 2012

Fabel Origami, Seru ! (mommiesdaily.com)

Link di sini

Ke toku buku sudah menjadi rutinitas akhir pekan kami. Biasanya saya ke bagian buku fiksi, si ayah ke bagian buku politik dan sejarah, dan Cinta ke bagian buku anak. Akan selalu ada yang kami bawa pulang, minimal satu buku untuk masing-masing orang. Saya pikir, nggak terlalu besar anggaran beli 3 buku per minggu, daripada untuk beli tiket “ding-dong” mending untuk beli buku, ya, nggak?

Minggu kemaren saya dikejutkan dengan pilihan Cinta. Kali ini bukan buku cerita, tapi buku aktivitas yang sekaligus ada ceritanya juga. Buku apakah itu? Tadaaaa … ini dia bukunya:

Judul buku: Origami, berkreasi sambil bercerita
Penerbit: Indria Pustaka (Grup Puspa Swara), 2012
Penulis: Astri Damayanti
Tebal: 54 halaman, full color
Harga: Rp. 22.900

Pas lihat bukunya, memang langsung menarik mata. Ada petunjuk pembuatan origami 10 binatang yaitu ayam, angsa, kepiting, serigala, kelelawar, lumba-lumba, udang, kepik, anjing, dan kelinci. Apalagi sudah dilengkapi dengan kertas lipatnya sekalian. Praktis, deh.

Dari pilihannya sudah jelas Cinta ingin belajar origami dan membuat bentuk-bentuk binatang seperti yang ada di sampul buku itu. Memang selama ini saya suka membuat kreasi origami untuk Cinta, tapi saya hanya bisa buat pesawat terbang dan perahu saja, hahaha. Wah, berarti buku ini nggak cuma cocok untuk anak belajar origami, tapi juga untuk orangtuanya. Sudah saatnya menekuni kembali origami yang dulu dipelajari di sekolah, sekaligus mencoba bentuk-bentuk baru dan kreatif dari buku ini.

Sesampainya di rumah, kami langsung ‘serius’ mempraktikkan petunjuk-petunjuk yang ada di buku itu. Petunjuknya mudah diikuti, kalimatnya singkat, tahapannya dilengkapi gambar yang jelas dan berwarna. Kami berlomba-lomba membuat origami.

Buku ini tak hanya berisi petunjuk origami, tapi juga disertai fabel (cerita binatang). Ada sepuluh fabel dari binatang-binatang tersebut di atas. Jadi setelah membuat beberapa jenis binatang, Cinta minta dibacakan cerita dan kami mempraktikkan dialog-dialog nya. Seruuu … apalagi pas cerita saya lakukan improvisasi suara seperti Ki Dalang, ditambah lagi celetukan lucu Cinta yang keluar dari alur cerita, hahaha.

Sampai malam, “wayang origami fabel” ini terbawa sampai ke tempat tidur. Saya matikan lampu, diganti dengan senter sorot menghadap ke dinding, dan adegan percakapan antara binatang-binatang origami dilanjutkan. Seru, kan?

Selasa, 24 Januari 2012

Memahami Arti Memiliki ala Sanie B. Kuncoro





Judul Buku : Memilikimu
Penulis : Sanie B. Kuncoro
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 284 Halaman
Tahun Terbit : Desember 2011
Harga : Rp. 43.000,-

Pertama kali membaca novel Sanie B. Kuncoro, saya terkagum-kagum pada pilihan kata yang digunakan Sanie. Sastra yang memanjakan pembaca, kalau boleh saya sebut begitu. Kalimat demi kalimat yang mudah dicerna, penggunaan bahasa lugas dan sederhana, namun kesan indah dan puitis begitu kental.

Sabtu, 24 Desember 2011

AGAR IBU BEKERJA DENGAN BAHAGIA



J
Judul : Happy Working Mom
Penulis : Aprilina Prastari Gaib
Perensensi : Murtiyarini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, Desember 2011
Tebal : 178 halaman
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-7711-1
Harga : Rp. 40.000,-

Pilihan seorang ibu untuk bekerja di luar rumah akan menuai konflik peran, karena perannya sebagai ibu dan istri menuntut pemenuhan yang sama dengan perannya sebagai pekerja. Ibu yang memilih bekerja akan meningkatkan kepercayaan diri, kompetensi, dan rasa kebanggaan pada perannya sebagai pekerja. Tentu ada konsekuensi negatif yang terjadi yaitu berkurangnya perhatian pada anak-anak sehingga meningkatkan risiko terjadinya hal-hal negatif, terganggunya hubungan dengan suami terkait perasaan tersaingi dan tidak terpenuhinya hak-hak suami, dan yang terparah adalah risiko kegagalan rumah tangga terkait ketidakmampuan istri mengurus rumah tangga dan karir.

Sebisa mungkin jangan ada yang dikorbankan. Sering melihat terjadinya dilema tersebut Aprilina Prasanti Gaib, mencoba menuliskan sebuah buku panduan yang sangat cocok untuk para ibu bekerja yang ingin menjalankan dengan baik kedua peran sebagai ibu dan sebagai pekerja. Karena ada beberapa konsep bekerja, yaitu freelance, bekerja rumahan dan bekerja kantoran, buku ini lebih ditujukan kepada ibu-ibu yang bekerja kantoran yang biasanya meninggalkan rumah cukup lama. Namun melihat kelengkapannya, Happy Working Mom juga pantas dibaca oleh ibu-ibu manapun, juga oleh bapak-bapak yang mendukung istrinya untuk bekerja.

Buku Happy Working Mom berisi semua hal yang berkaitan pengasuhan anak dari mulai bayi hingga SD, dimana pada usia ini anak sangat membutuhkan peran-peran keibuan. Dari tampilannya yang menarik, bernuansa warna merah muda-ungu, bergambar wanita bekerja, seorang anak dan mainan berserakan, cover buku ini sangat feminin dan mengarah pada apa yang akan dibahas di dalamnya.

Buku ini berisi 10 Bab. Masing-masing bab dijabarkan secara rinci dengan contoh kasus-kasus. Pembagian bab dengan sub judul yang to the point, dengan highlight dan font tebal memudahkan pembaca untuk langsung menuju sasaran, membaca pada bagian yang diinginkan tanpa harus merunutnya dari awal. Tetapi penuturan penulis sangat lugas dan mengalir dan mudah dipahami pembaca, akan menggiring pembaca untuk ingin melihat isi secara lengkap.

Pada bab 1 – 3, penulis menuturkan tentang persiapan-persiapan yang semestinya dilakukan oleh sang ibu. Dimulai dengan mempersiapkan dirinya sendiri, yaitu memantapkan pilihan pada jenis pekerjaan yang akan dijalani pasca melahirkan. Kemudian mempersiapkan mental dan kebutuhan si buah hati. Bagi yang masih memiliki bayi, Aprilina membuatkan tips-tips khusus seputar penyimpanan ASI perah sehingga ibu-ibu pekerja masih dapat memberikan ASI ekslusif hingga 6 bulan kepada bayinya.
Ibu bekerja mutlak membutuhkan pengasuh anak sebagai pengganti kehadirannya, maka sangat penting mencari pengasuh yang sesuai, baik sesuai dengan ibu maupun sesuai dengan anak. Menurut banyak pengalaman mencari pengasuh yang cocok adalah gampang-gampah susah. Karena itu Aprilina,yang pernah menulis buku “Berdamai dengan Asisten di Rumah”, mengulasnya cukup panjang dan mendetil pada bab 4 dan 5, tentang bagaimana merekrut pengasuh atau asisten rumah tangga, tentang asal usul, usia, status pernikahan, dan aturan yang akan diterapkan pada pengasuh/asisten.

Lebih lanjut, dibahas tentang bagaimana mendelegasikan pengasuhan anak sebisa mungkin sama seperti yang dilakukan oleh ibu. Mengasuh anak usia bayi hingga SD membutuhkan disiplin yang tinggi, maka diperlukan komunikasi dan kerjasama antara ibu dan pengasuh agar pola pengasuhan buah hati berjalan sesuai harapan. Ada banyak kasus terkait hubungan ibu-pengasuh-anak, sehingga Aprilina merasa perlu membahasnya secara detil setiap kasus. Diantaranya bagaimana mendekatkan buah hati dengan pengasuh dan bagaimana jika justru sang anak sangat dekat dengan pengasuhnya.

Setengah akhir bagian buku ini membahas tentang permasalahan yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Usia bayi dan batita tidak jauh dari permasalahan sulit makan, sering jajan makanan tak sehat, banyak menonton TV dengan pilihan acara yang kurang sesuai, dan terlalu lengket dengan ibu sehingga adegan pamitan menjadi dramatis setiap hari. Memasuki usia pra sekolah, ibu akan menjumpai persoalan anak tak mau ditinggal dan mogok sekolah. Sedangkan pada usia sekolah dasar anak biasanya sudah mulai mandiri, namun tetap perlu mendapatkan perhatian khusus karena ini adalah usia peralihan, Banyaknya tugas sekolah, ujian semester, cara mengajar yang berbeda dan bagaimana menjaga peralatan sekolah menjadi hal baru yang dihadapi anak usia sekolah dasar. Partner komunikasi ibu tak hanya dengan suami dan asisten di rumah, tapi juga dengan guru di sekolah.

Apa yang paling dikuatirkan para ibu saat meninggalkan anaknya ? Terjadinya kecelakaan atau sakit adalah jawaban pertama. Pada Bab 9, pembaca dapat mempelajari solusi terkait pengobatan anak sakit dan pertolongan pertama pada kecelakaan . Selain mengajarkan pengasuh tentang pengobatan dasar dan menyiapkan obat, ibu harus teliti dan rajin mengecek dari kantor tentang perawatan anak oleh pengasuh.

Menjadi ibu memang tidak mudah. Ibu bukan lagi milik dirinya sendiri, ibu adalah milik anak dan keluarga. Kebanyakan ibu melupakan kebutuhan dasar dirinya, salah satunya adalah waktu untuk sendiri. Saat lelah dan stress menjalani berbagai peran, tibalah saatnya ibu mengambil waktu sejenak untuk beristirahat. Aprilina menyarankan ibu-ibu untuk menyisihkan waktu ke salon, bertemu teman-teman, melakukan olah tubuh, melakukan hobi, memperkaya diri dan pergi berduaan dengan suami. Sesudahnya, ibu-ibu akan segar kembali menemui anak-anak dengan segala problematikanya.

Perlu digarisbawahi, Ibu yang bekerja mempunyai dua basis persoalan, yaitu persoalan rumah dan persoalan kantor. Dalam buku ini lebih banyak membahas persoalan rumah. Terkesan, ibu lebih banyak mengelola masalah-masalah yang terjadi di rumah. Padahal banyak persoalan di kantor yang mungkin muncul dengan adanya peran ganda ini.

Kalaupun ada yang perlu ditambahkan dalam buku ini adalah masalah hubungan ibu sebagai pekerja dengan atasan dan rekan kerja. Tentu tak lagi sama dengan kehadiran si kecil. Peran sebagai ibu yang kadang berbenturan dengan tugas kantor memerlukan pengertian-pengertian dari atasan dan rekan kerja. Misalnya saat harus menghadiri rapat sekolah, saat anak sakit, saat pengasuh tidak ada dan ibu harus cuti atau sebaliknya, membawa anak ke kantor, dan mengusulkan adanya daycare , pojok ASI atau maternity room di lingkungan kantor. Tak selalu pihak rumah yang harus mengalah dengan kepentingan kantor. Dengan negosiasi yang baik, urusan kantor dan rumah akan mendapatkan perhatian dan pemenuhan haknya dalam porsi yang seimbang.

Aprilina Prastari Gaib menuliskan buku ini dengan apik dan rinci. Penulis yang aktif di Forum Lingkar Pena Bekasi ini telah menerbitkan buku-buku berjudul Berdamai dengan Asisten di Rumah (PT. Elex Media Komputindo, 2010), Masihkah Kau Mencintaiku ??? (Leutika, Desember 2010), Please deh, Mom, Solusi 10 Konflik Aktual Ibu-Anak (Leutika, januari 2011) Seru Nggaknya Jadi Copywritter (PT Gramedia Pustaka Utama, 2011), dan beberapa antologi.

Happy Working Mom, akan memandu ibu-ibu pekerja menuju sukses melakukan manajemen rumah sementara dirinya sedang berada di kantor. Ini bukan pekerjaan mudah. Konsentrasi seorang wanita pekerja, tidak akan 100% untuk urusan kantor lagi saat dia sudah memiliki buah hati. Setelah membaca buku ini, menerapkan tips-tips didalamnya, dan dapat membereskan segala persoalan di rumah diharapkan ibu bekerja akan meningkat konsentrasinya dan kembali bersemangat saat berada dikantor.